March 5, 2018 Batari 0Comment

Penerangan rumah tidak akan lepas dari yang namanya lampu bohlam namun lampu bohlam seringkali tidak diperhatikan oleh penghuni rumah karena kalah dengan barang elektronik lain seperti AC, kulkas, dan TV.

Padahal jika lebih mengenal jenis lampu bohlam dan plus-minusnya, Anda akan diuntungkan karena kualitas dan keawetan lampu tersebut lebih terjamin.

Mengapa Harus Mengetahui Jenis Bohlam dan Plus-Minusnya?

Pengetahuan semacam ini sangat penting karena lampu bohlam memiliki berbagai jenis yang harus disesuaikan dengan kebutuhan penerangan rumah Anda. Lampu bohlam yang dibeli asal-asalan atau tanpa memperhatikan jenisnya akan memberikan kerugian seperti cahaya yang tidak terang, cepat mati, menyebabkan terjadinya konsleting yang dapat memicu kebakaran, dan bahkan bisa menyedot biaya listrik lebih banyak.

Jenis Lampu Pijar dan Plus-Minusnya

  1. Lampu Pijar (Incandenscent Lamp)

Lampu pijar memancarkan cahaya apabila ada aliran arus listrik yang melewati filamen kawat pijar di dalam lampu tersebut. Kemudian, arus listrik yang mengalir tersebut perlahan memanasi filamen sehingga memicu keluarnya pancaran cahaya. Lampu pijar atau lampu DOP merupakan temuan pertama Thomas Alva Edison yang cara kerjanya dengan menghubungkan singkat listrik fi filamen karbon.

lampu pijar

Jenis lampu ini memiliki daya tahan yang cukup lama yaitu kurang lebih 1000 jam. Namun, sinar lampu pijar hanya sekitar 15 % dan selebihnya merupakan sinar infra merah yang membuat suhu ruangan menjadi panas. Selain itu, kawat filamen lampu pijar sangat tipis sehingga rentan putus apalagi jika sering terjadi lonjakan listrik.

  1. Lampu Halogen

Sebenarnya, lampu halogen masih satu jenis dengan lampu pijar. Dapat dikatakan bahwa lampu halogen merupakan penyempurnaan dari lampu pijar. Lampu halogen mengatasi permasalahan lampu pijar dalam hal ukuran fisik dan struktur lampunya. Oleh karena itu, lampu halogen menggunakan tabung kaca kuarsa. Tabung kaca ini membuat permukaan tidak menghitam ketika pancaran sinar menguat.

lampu halogen

Selain itu, adanya penambahan gas golongan halogen pada lampu pijar tersebut membuat daya tahan lampu ini lebih awet dua kali lipat dibandingkan dengan lampu pijar biasa. Selain itu, sinar yang dihasilkan lampu halogen lebih terang karena mampu mengemban panas lebih banyak. Lampu halogen ini lebih cocok untuk lampu sorot dengan satu titik fokus.

Jenis Lampu Bohlam Lain dan Plus-Minusnya

  1. Lampu Neon (Compact Fluorescent Lamp)

Jenis penerangan selanjutnya yaitu lampu neon yang terkenal akan pancaran sinar terangnya. Lampu neon atau TL atau Floresen ini menggunakan gas flour sebagai sumber untuk memancarkan cahaya. Gas flour ini dimunculkan karena adanya arus listrik yang yang memenuhi tabung lampu sehingga menghasilkan sinar ultraviolet yang bercampur dengan zat lain untuk memacarkan cahaya.

lampu neon

Lampu neon memiliki sinar yang lebih terang dibandingkan lampu pijar sehingga banyak dipilih. Pancaran sinar yang kuat membuat lampu ini cocok digunakan untuk ruangan luas seperti aula, toko, atau pun supermarket. Namun, pancaran sinar ultraviolet dari lampu ini bisa membawa efek buruk bagi mata dan kulit apabila terpapar secara langsung dalam jangka waktu lama.

  1. Lampu LED

Jenis lampu memang memiliki sumber cahaya yang bervariasi seperti halnya lampu LED ini. Lampu LED menghasilkan cahaya yang berasal dari beberapa rangkaian semi konduktor yang disebut dengan Ligh Emitting Diode (LED). Itulah mengapa dinamakan lampu LED. Rangkaian semi konduktor ini akan menghasilkan pancaran sinar ketika dialiri arus listrik, dan sinarnya cenderung agak redup.

lampu led

Lampu LED digunakan untuk rumah tangga, dipasang di gadget, dan sebagai lampu indikator. Karena sinarnya yang redup, lampu LED tidak cocok untuk menerangi ruangan luas. Namun, lampu LED ini menawarkan kelebihan yang tidak dimiliki lampu neon dan lampu pijar. Lampu LED memiliki keunggulan dalam hal penghematan energi dan keawetan yang sangat lama.

 

 

Share this post:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •